Detail Cantuman Kembali
manajemen alat berat untuk mendukung pembangunan kapal di galangan kapal (studi kasus di PT. Lamongan Marine Industri)
Semakin banyaknya pembangunan dewasa ini menuntut peningkatan kebutuhan pemakaian alat berat di dalam suatu proyek bangunan industri. Pemilihan alat berat yang tepat memegang peranan yang sangat penting. Peralatan dianggap memiliki kapasitas tinggi bila peralatan tersebut menghasilkan produk si yang tinggi atau optimal tetapi dengan biaya yang rendah. Dalam proyek seringkali terlihat alat berat yakni, crane. Alat berat tersebut mempunyai peranan penting dalam proses pengerjaan konstruksi, karena efisiensi waktu. Sebelum mengenal alat berat crane, banyak proyek konstruksi yang memakai tenaga manual yakni, para pekerja dengan menggunakan tackle. Pelaksanaan dengan memakai alat berat crane, pekerjaan konstruksi bangunan industri dapat terselesaikan dengan lebih cepat. Pada penelitian ini diobservasi tentang manajemen alat berat crane sebagai alat pengangkatan dan pemindahan material. Jenis dan merk crane untuk tiap proyek berbeda satu dengan lainnya. Mengacu pada kondisi tersebut masing-masing alat mempunyai kelebihan dan kekurangan serta memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pemilihan peralatan, sehingga diharapkan dapat mengurangi masaidle time penggunaan alat berat. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa tersedianya fasilitas crane sesuai kapasitas yang akan digunakan untuk setiap jenis pekerjaan yang akan diilakukan. Tersedianya operator masing-masing pekerjaan yang akan dilakukan dan dilakukan sesuai jadwal sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal dalam proses pembangunan kapal. Menjamin kualitas alat berat yang akan digunakan sesuai dengan standart dan kualifikasi yang akan di gunakan dalam bekerja. Menjamin perawatan alat berat yang akan digunakan, karena jika tidak akan menjadikan sesuatu kendala ketika melakukan pekerjaan. Sehingga proses produksi menjadi terhambat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan produktifitas sebuah alat berat, antara lain : Umur alat (life time), Kondisi cuaca dan situasi (weather), Pemeriksaan alat, Kemampuan operator, Kemampuan pekerja. Maka dari itu faktor-faktor inilah yang dapat mengurangi idle time (waktu tidak terpakai).
621.18.12 Erw m
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
xi, 44 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







